Era Evolusi Industri 4.0 (Transformasi Digital)
Transformasi Digital
Digital transformation atau transformasi digital adalah sebuah
transformasi dari bisnis. Cara transformasi ini berbeda dengan yang
lain, karena transformasi digital hanya merujuk pada perubahan yang
dilakukan dengan menggunakan teknologi digital sebagai pilarnya
Positifnya, dengan adanya transformasi digital, mereka bisa membuat
calon konsumen lebih mudah untuk memesan kamar atau melakukan pemesanan
tentang berbagai hal lainnya dengan mudah.
Sedangkan sisi negatifnya, saingan mereka bertambah banyak. Tak jarang,
ada yang membuat harga jadi jauh lebih murah dan kini sudah banyak hotel
dengan harga murah yang memiliki fasilitas cukup baik.
Era Evolusi Industri 1.0-4.0
Revolusi Industri pertama atau 1.0
Dimulai pada abad ke-18. Hal itu ditandai dengan penemuan mesin uap untuk upaya peningkatan produktivitas bernilai tinggi. Misalnya diinggris saat itu,perusahaan tenun menggunakan mesin uap untuk menghasilkan produk tekstil.Selain itu, mesin uap digunakan pada bidang transportasi. Transportasi
internasional pada masa itu adalah transportasi laut yang masih
menggunakan tenaga angin. Namun, angin tidak dapat sepenuhnya diandalkan
karena bisa jadi angin bertiup dari arah yang berlawanan atau bahkan
tidak ada angin sama sekali.
Revolusi Industri kedua atau 2.0
Pada revolusi industri kedua dimulai pada tahun 1900-an. Revolusi industru kedua dimulai dengan ditemukannya tenaga listrik. Menurut menperin airlangga hartato, pada fase ekonomi ini, beberapa industri diindonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, seperti sektor agro dan pertambangan, jadi revolusi yang kedua ini terkait dengan teknologi dilini produksi.
Revolusi industri kedua ini juga berdampak pada kondisi militer pada
perang dunia II. Ribuan tank, pesawat, dan senjata diciptakan dari
pabrik-pabrik yang menggunakan lini produksi dan ban berjalan. Hal ini
terjadi karena adanya produksi massal (mass production). Perubahan dari
masyarakat agraris menjadi masyarakat industri boleh dibilang menjadi
komplit.
Pada revolusi industri
kedua atau 2.0 dimulai pada tahun 1900-an. Revolusi industri 2.0
ditandai dengan ditemukannya tenaga listrik.
Menurut Menperin Airlangga Hartarto, pada fase ekonomi ini, beberapa
industri di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signfikan,
seperti sektor agro dan pertambangan. Jadi, revolusi yang kedua ini
terkait dengan teknologi di lini produksi.
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dh
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dh
Revolusi Industri ketiga atau 3.0
Di revolusi industri ketiga ini, saat otomisasi dilakukan pada tahun 1970 atau 1990-an hingga saat ini karena sebagian negara masih menerapkan industri ini.
Dan kemajuan teknologi komputer berkembang luar biasa pesat setelah perang
dunia kedua selesai. Penemuan semikonduktor, transistor, dan kemudian integrated chip
(IC) membuat ukuran komputer semakin kecil, listrik yang dibutuhkan
semakin sedikit, serta kemampuan berhitungnya semakin canggih.
Revolusi Industri keempat atau 4.0
Pada revolusi keempat ini efisiensi manusia dan mesin sudah mulai terkonektivitas dengan internet of things. Ragam AI diantaranya Artifical Intelligence, Internet Of Things, Unmanned Vehicles, Mobile Technology, Shared Platform, Block Chain, Robotics, Dan Bio-Technology.
Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk
ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup. Singkatnya, revolusi industri
4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai
bidang kehidupan manusia.
Artifical Intelligence (AI)

Jika ada yg bertanya tanya adakah kelebihan Kecerdasan Manusia dibandingkan dengan Kecerdasan Buatan?
Menurut saya Meskipun kecerdasan buatan terlihat memiliki kelebihan yang lebih banyak dibanding dengan kecerdasan manusia tetapi kecerdasan manusia juga memiliki kelebihan seperti Kecerdasan manusia lebih murah dan praktis dibandingkan kecerdasan buatan yg biaya pembuatanya saja lebih besar, Kecerdasan Manusia lebih kreatif dibandingan dengan buatan, Dan juga Kecerdasan Manusia tidak akan rusak dibandingkan dengan buatan yang rawan rusak dan membutuhkan biaya yg lebih tinggi pula demi perbaikannya.
Kelebihan dan Kekurangan Kecerdasan Buatan (AI)
Kelebihan :
1. bersifat permanen, tidak akan berubah ubah jika sistem komputer dan programnya tidak mengubahnya
2. Mudah di duplikasi dan disebarkan
3. Lebih cepat dan lebih baik dalam mengerjakan pekerjaan
Kekurangan :
1. Kurangnya memberikan kesempatan kepada orang lain untuk peluang bisnis
2. Rawan Rusak
3. Mahal dalam proses pembuatannya Dan juga Memerlukan daya listrik
Dampak Positif dan Negatif Era Revolusi Industri 4.0
Dampak Positif
1. Semakin mudah mengakses informasi dan berkomunikasi.
Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon genggam (HP), bahkan
internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat
dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala
informasi baik yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah
diakses oleh masyarakat.
2. Terjadinya efisiensi dan efektifitas produksi.
Jika terwujud 4 prinsip revolusi industri, maka industri memiliki
kemungkinan untuk efisiensi dan efektifitas produksidengan biaya yang
tidak lagi mahal. Sehingga ada sisa biaya yang dapat dialokasikan ke
kebutuhan lain yang tidak melibatkan banyak unsur teknologi
3. Standar hidup yang lebih tinggi.
Dalam masyarakat industri, tenaga kerja lebih berharga.Apabilaproduktivitas lebih tinggi maka pendapatan individu meningkat.
Dampak Positif
1. Rentan dengan serangan cyber
Revolusi industri 4.0 akan sangat lekat dengan dunia teknologi dimana
salah satu hal yang bisa dilihat mulai banyak ditemukan saat ini adalah internet of things (IoT).
Produk-produk IoT menghilangkan batas fisik antara proses produksi
dengan sistem jaringan oleh karena itu sangat rentan dengan serangan
siber apabila tidak dijaga dengan sistem keamanan yang solid dan
tangguh. Salah satu produk IoT adalah aplikasi absensi karyawan dimana
bisa langsung terhubung ke manajemen HRD melalui internet namun dengan
sistem keamanan yang lebih baik sehingga data aset anda bisa lebih aman.
2. Dampak teknologi terhadap lingkungan
Selama manusia menggunakan mesin untuk bekerja maka kebutuhan energi
akan tetap tinggi dan hingga sekarang belum ada sumber energi yang
mencukupi bisa digunakan untuk kegiatan produksi dalam skala besar
selain dengan menggunakan bahan bakar fosil. Semakin tinggi kegiatan
produksi manufaktur, maka akan berbanding lurus dengan tingginya
pembuangan limbah yang bisa mengancam lingkungan hidup secara global.
3. Manusia menjadi serba ketergantungan dan malas
Media informasi memiliki kualitas atraktif yang dapat merespon segala
stimulus yang diberikan oleh penggunaannya. Terlalu atraktifnya, membuat
masyarakat seakan-akan menemukan dunianya sendiri yang membuatnya
terasa nyaman dan tidak mau melepaskannya. Bagi seseorang yang telah
terbiasa menggunakan teknologi informasi, cenderung malas karena mereka
menjadi lebih tertarik untuk menggunakan aplikasi/fasilitas yang ada
ketimbang harus direpotkan.
AI Didalam bentuk Mobil
Kedengarannya memanglah mustahil tapi bukan berarti tidak bisa. Mobil yang dibuat oleh perushaan TESLA yang didirikan oleh ELON MUSK ini membuat mobil yang terdapat sistem AI yang memiliki fitur yang canggih, misalnya memiliki kemampuan dalam
memprediksi sesuatu, mengemudi sendiri sampai inovasi teknologi yang
sifatnya absoulut.
Sumber :
Pada revolusi industri
keempat atau 4.0, Menperin menyampaikan, efisiensi mesin dan manusia
sudah mulai terkonektivitas dengan internet of things.
Dikutip dari situs web UI, Industri 4.0 adalah nama yang diberikan untuk
tren otomatisasi dan pertukaran data saat ini.
Hal ini termasuk sistem cyber-fisik, Internet, komputasi awan dan
komputasi kognitif. Industri 4.0 biasanya disebut sebagai revolusi
industri keempat.
Ragam AI di antaranya Artificial Intelligence (AI), Internet of Things
(IOT), Unmanned Vehicles (UAV), Mobile Technology (5G), Shared Platform,
Block Chain, Robotics dan Bio-Technology.
Industri 4.0 bakal menghasilkan banyak kreativitas dan kebaruan, yaitu
kekayaan intelektual yang perlu dilindungi dan ditegakkan.
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dhhu
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dhhu
revolusi industri
pertama atau 1.0 dimulai pada abad ke-18. Hal itu ditandai dengan
penemuan mesin uap untuk upaya peningkatkan produktivitas yang bernilai
tinggi.
Misalnya di Inggris, saat itu, perusahaan tenun menggunakan mesin uap
untuk menghasilkan produk tekstil.
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dhhu
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dhhu
revolusi industri
pertama atau 1.0 dimulai pada abad ke-18. Hal itu ditandai dengan
penemuan mesin uap untuk upaya peningkatkan produktivitas yang bernilai
tinggi.
Misalnya di Inggris, saat itu, perusahaan tenun menggunakan mesin uap
untuk menghasilkan produk tekstil.
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dhhu
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dhhu
revolusi industri
pertama atau 1.0 dimulai pada abad ke-18. Hal itu ditandai dengan
penemuan mesin uap untuk upaya peningkatkan produktivitas yang bernilai
tinggi.
Misalnya di Inggris, saat itu, perusahaan tenun menggunakan mesin uap
untuk menghasilkan produk tekstil.
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dhhu
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dhhu
revolusi industri
pertama atau 1.0 dimulai pada abad ke-18. Hal itu ditandai dengan
penemuan mesin uap untuk upaya peningkatkan produktivitas yang bernilai
tinggi.
Misalnya di Inggris, saat itu, perusahaan tenun menggunakan mesin uap
untuk menghasilkan produk tekstil.
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dhhu
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dhhu
evolusi industri
pertama atau 1.0 dimulai pada abad ke-18. Hal itu ditandai dengan
penemuan mesin uap untuk upaya peningkatkan produktivitas yang bernilai
tinggi.
Misalnya di Inggris, saat itu, perusahaan tenun menggunakan mesin uap
untuk menghasilkan produk tekstil.
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dhhu
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dhhu
revolusi industri
pertama atau 1.0 dimulai pada abad ke-18. Hal itu ditandai dengan
penemuan mesin uap untuk upaya peningkatkan produktivitas yang bernilai
tinggi.
Misalnya di Inggris, saat itu, perusahaan tenun menggunakan mesin uap
untuk menghasilkan produk tekstil.
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dhhu
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0", https://tirto.id/dhhu
Komentar
Posting Komentar